Burung Kertas Ke 1000
Aku meniup debu yg menempel di
kotak kardus kumal di depanku,debu2 itu juga menempel di kertas
warna-warni di dalamnya.Sinar mataharisore menerobos celah tirai putih
tipis gudang, memantul di ujung kertas yg dilipat runcing berwarna
keemasan.Isi kardus itu burung2 kertas yg aku buat berasama papa dan
Fariz,sahabatku.Papa mengajariku berhitung sampai 1000 dgn burung2
kertas itu.Papa bilang 1000 burung kertas akan memberi
keberuntungan.Aku sudah berusaha mati2an menghitung hingga hampir
990,sedikit lagi 1000,keberuntungan.Tetapi papa mengacaukannya ,bahkan
hingga sekarang
Papa 10 tahun
dipenjara akibat penggelapan uang di kantornya!Aku benci papa!Papa
bukan lagi orsng yg menyemangatiku untuk menghitung sampai 1000,tetepi
orang tua yg merepotkanku, dia terpuruk, kehilangan semangat hidup,hidup
segan mati tak mau.Mama sudah pergi, tidak tau kemana ketika papa
divonis 10 tahun penjara.Papa membuatku dicap anak koruptor,dia sama
sekali tidak ada niat membelaku seperti dulu.Aku Erish, anak yg lebih
malang dari Cainderella,Cinderella masih punya mama dan saudara
waaalaupun galak,juga sepatu kaca gratisan dari ibu peri,aku mau ganti
sepatu saja mesti nunggu honor ngeles anak2.....
"Erish...."Fariz
menjejeriku,aku tdk menutup buku yg kubaca "Nanti gue kerumah lo
ya,Rish" barulah aku menutup buku yg kubaca"mau apa?kalau ketemu aku di
sini aja!" " 10 tahun ,Rish gue nggak ketemiu bikap lo, pengen maen2
kaya dulu...'"Aku belum bisa memeafakan papa,Riz... dia..." Fariz
temanku sejak kecil, ini kesmaanku dgn Cinderella punya
pangeran."Bagaimanapun lo harus memberi dia kesempatan untuk memperbaiki
kesalahannya ..." Aku mengingkari janji untuk tidak menangis di depan
Fariz.
"Erish sayang apa
kabar?'aku kaget lebih ke cemas.Fariz nyengir ,dia membawa mamanya.Dulu
papaku bekerja di perusahaaan orang tua Fariz(sekaligus menggelapkan
uangnya),10 tahun yg lalu orang tua Fariz pindah ke Jenewa, memperbaiki
usaha di sana," Tante Fena...." ."Erish sudah besar ya? cantik
lagi..."."Siapa Rish?" kudengar suara papa dari dalam kamar.Aku
tergagap,raut tante berubah ."Adrian sudah bebas?". Aku mencegahnya
mendekat tetapi mereka sudah bertatapan.Aku dorong kembali papa ke
kamar, marah sekali "papa tidak pantas bertemu dia, papa terlalu
jahat!". "itu bu Fena... papa mau..."."minta maaf?aku marah " salah
papa terlalu besar!papa di sini saja biar Erish yg temui tante Fena!"
Begitu
tante Fena dan Fariz pulang , aku mencari papa ,papa tidak di dalam
rumah,tidak di teras ,aku mengintip lewat sela tirai,papa di halaman
samping,duduk di bangku kayu kusam ,melipat kertas aku
mendesah...."Erish..." sapanya begitu aku datang ."Dulu kamu belum
menghitung sampai 1000 ayo kita selesaikan sekarang ...." burung kertas
ungu kesukaanku."Papa sudah menghancurkan semua mimpi Erish,Erish
benci papa!"."Papa akan menebus kesalahan papa, maafkan papa! papa
sangat sayang kamu!" "Omong kosong!" aku menepis burung kertas itu
,hingga jatuh ke tanah.
"Erish!" kata tante
Fena ."Tante di sini tidak lama, minggu depan tante balik ke Jenewa
dan maaf.."katanya lembut.."bersama Fariz..." aku kaget,"kenapa
Fariz?".'tante sudah erlalau lama berpisah dgn dia sudah saatnya Fariz
hidup dgn kami, tante tahu berat hanya dgn papa kamu, kamu harus
menerima keadaannya sekarang.Erish, Fariz akan balik ke sini saat kamu
dan papamu sudah seperti dulu....","Fariz itu..."."kamu suka Fariz
,kan?" Inilah sososk ibu ! dimana mama sekarang saat aku butuh tempat
menangis dan berterus terang? "tante sudah memaafkan papamu ,Rish,
sekarang giliranmu,tante belum akan izinkan kamu dan Fariz kalau kamu
belum berubah...."
"Fariz"kubalikkan badannya,"kenapa
kamu ingin pergi?" aku tidak mau ditinggal dia"kita belum menghitung
hingga 1000 dan kita belum menemukan keberuntungan..." dia tidak boleh
pergi "lo masih percaya keberuntungan itu Rish?Erish yg mengajarkan
tentang semua itu bokap lo, kita tidak bisa meneruskan ini tanpa
dia...". "Kita bisa Farish!". "Gue akan balik ke sini kalau keadaan
sudah memungkun kan kita menghitung sampai 1000". "Berdua?" . "Bertiga
Erish"
Satu hal
berharga yg dilskukan Fariz sebelum pergi ke Jenewa,menyelesaikan utang
kami! Dan kami melakukannya bersama papa.Fariz ingin ke Jenewa tanpa
utang.Aku menimang burung kertas ke 998,putih1 "Papa senang selkali
Erish..."papa tersenyum'nbisa menuntaskan mengajari kamu berhitung
sampai 1000..." Aku tersenyum simpul,Fariz dan tante Fena membuatku
mengerti menyayangi papa..."999'Fariz riang,Yg ke 1000 ada di papa"Yg
ini karena papa sangat menyayangi Earish dan ingin mewujudkan semua
impian Erish..."Oia dulu papa bilang setiap burung kertas merupakan hal
baik yg telah kulakukan,burung kertas pertama karena Erish sudah bantu
papa,kesrpuluh karena Erish dapat nilai bagus,ke sebelas karena Erish
bantu papa lagi...
Pintu rumah kami diketok,"biar
papa...!"tamu itu hanya sebentardan papa mengantarkannya sampai sebrang
jalantempat motornya diparkir "Rish" panggil Fariz ,aku memandang
kearahnya "Gue nggak akan ke Jenewa...' "Terimakasih " Fariz
tersenyum,dia memberiku keberuntungan,menyatukanku dgn papa lagi.Motor
ngebut muncul dari tikungan dan menyambut papa ketika menyebrang,Fariz
menarikku agar aku tidak mrlihat apa yg dia lihat,dia berteriak
memanggil papa!Masih jelas kata-kata papa ....,Papa sangat sayang sayang
Erish.....
Erish sayang papa ,banget.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar