Senin, 10 November 2014

Burung Kertas Ke 1000

Aku meniup debu yg menempel di kotak kardus kumal di depanku,debu2 itu juga menempel di kertas warna-warni di dalamnya.Sinar mataharisore menerobos celah tirai putih tipis gudang, memantul di ujung kertas yg dilipat runcing berwarna keemasan.Isi kardus itu burung2 kertas yg aku buat berasama papa dan Fariz,sahabatku.Papa mengajariku berhitung sampai 1000 dgn burung2 kertas itu.Papa bilang 1000 burung kertas akan memberi keberuntungan.Aku sudah berusaha mati2an menghitung hingga hampir 990,sedikit lagi 1000,keberuntungan.Tetapi papa mengacaukannya ,bahkan hingga sekarang



Papa 10 tahun dipenjara akibat penggelapan uang di kantornya!Aku benci papa!Papa bukan lagi orsng yg menyemangatiku untuk menghitung sampai 1000,tetepi orang tua yg merepotkanku, dia terpuruk, kehilangan semangat hidup,hidup segan mati tak mau.Mama sudah pergi, tidak tau kemana ketika papa divonis 10 tahun penjara.Papa membuatku dicap anak koruptor,dia sama sekali tidak ada niat membelaku seperti dulu.Aku Erish, anak yg lebih malang dari Cainderella,Cinderella masih punya mama dan saudara waaalaupun galak,juga sepatu kaca gratisan dari ibu peri,aku mau ganti sepatu saja mesti nunggu honor ngeles anak2.....

"Erish...."Fariz menjejeriku,aku tdk menutup buku yg kubaca "Nanti gue kerumah lo ya,Rish" barulah aku menutup buku yg kubaca"mau apa?kalau ketemu aku di sini aja!" " 10 tahun ,Rish gue nggak ketemiu bikap lo, pengen maen2 kaya dulu...'"Aku belum bisa memeafakan papa,Riz... dia..." Fariz temanku sejak kecil, ini kesmaanku dgn Cinderella punya pangeran."Bagaimanapun lo harus memberi dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya ..." Aku mengingkari janji untuk tidak menangis di depan Fariz.



"Erish sayang apa kabar?'aku kaget lebih ke cemas.Fariz nyengir ,dia membawa mamanya.Dulu papaku bekerja di perusahaaan orang tua Fariz(sekaligus menggelapkan uangnya),10 tahun yg lalu orang tua Fariz pindah ke Jenewa, memperbaiki usaha di sana," Tante Fena...." ."Erish sudah besar ya? cantik lagi..."."Siapa Rish?" kudengar suara papa dari dalam kamar.Aku tergagap,raut tante berubah ."Adrian sudah bebas?". Aku mencegahnya mendekat tetapi mereka sudah bertatapan.Aku dorong kembali papa ke kamar, marah sekali "papa tidak pantas bertemu dia, papa terlalu jahat!". "itu bu Fena... papa mau..."."minta maaf?aku marah " salah papa terlalu besar!papa di sini saja biar Erish yg temui tante Fena!"


Begitu tante Fena dan Fariz pulang , aku mencari papa ,papa tidak di dalam rumah,tidak di teras ,aku mengintip lewat sela tirai,papa di halaman samping,duduk di bangku kayu kusam ,melipat kertas aku mendesah...."Erish..." sapanya begitu aku datang ."Dulu kamu belum menghitung sampai 1000 ayo kita selesaikan sekarang ...." burung kertas ungu kesukaanku."Papa sudah menghancurkan semua mimpi Erish,Erish benci papa!"."Papa akan menebus kesalahan papa, maafkan papa! papa sangat sayang kamu!" "Omong kosong!" aku menepis burung kertas itu ,hingga jatuh ke tanah.


"Erish!" kata tante Fena ."Tante di sini tidak lama, minggu depan tante balik ke Jenewa dan maaf.."katanya lembut.."bersama Fariz..." aku kaget,"kenapa Fariz?".'tante sudah erlalau lama berpisah dgn dia sudah saatnya Fariz hidup dgn kami, tante tahu berat hanya dgn papa kamu, kamu harus menerima keadaannya sekarang.Erish, Fariz akan balik ke sini saat kamu dan papamu sudah seperti dulu....","Fariz itu..."."kamu suka Fariz ,kan?" Inilah sososk ibu ! dimana mama sekarang saat aku butuh tempat menangis dan berterus terang? "tante sudah memaafkan papamu ,Rish, sekarang giliranmu,tante belum akan izinkan kamu dan Fariz kalau kamu belum berubah...."

"Fariz"kubalikkan badannya,"kenapa kamu ingin pergi?" aku tidak mau ditinggal dia"kita belum menghitung hingga 1000 dan kita belum menemukan keberuntungan..." dia tidak boleh pergi "lo masih percaya keberuntungan itu Rish?Erish yg mengajarkan tentang semua itu bokap lo, kita tidak bisa meneruskan ini tanpa dia...". "Kita bisa Farish!". "Gue akan balik ke sini kalau keadaan sudah memungkun kan kita menghitung sampai 1000". "Berdua?" . "Bertiga Erish"




Satu hal berharga yg dilskukan Fariz sebelum pergi ke Jenewa,menyelesaikan utang kami! Dan kami melakukannya bersama papa.Fariz ingin ke Jenewa tanpa utang.Aku menimang burung kertas ke 998,putih1 "Papa senang selkali Erish..."papa tersenyum'nbisa menuntaskan mengajari kamu berhitung sampai 1000..." Aku tersenyum simpul,Fariz dan tante Fena membuatku mengerti menyayangi papa..."999'Fariz riang,Yg ke 1000 ada di papa"Yg ini karena papa sangat menyayangi Earish dan ingin mewujudkan semua impian Erish..."Oia dulu papa bilang setiap burung kertas merupakan hal baik yg telah kulakukan,burung kertas pertama karena Erish sudah bantu papa,kesrpuluh karena Erish dapat nilai bagus,ke sebelas karena Erish bantu papa lagi...

Pintu rumah kami diketok,"biar papa...!"tamu itu hanya sebentardan papa mengantarkannya sampai sebrang jalantempat motornya diparkir "Rish" panggil Fariz ,aku memandang kearahnya "Gue nggak akan ke Jenewa...' "Terimakasih " Fariz tersenyum,dia memberiku keberuntungan,menyatukanku dgn papa lagi.Motor ngebut muncul dari tikungan dan menyambut papa ketika menyebrang,Fariz menarikku agar aku tidak mrlihat apa yg dia lihat,dia berteriak memanggil papa!Masih jelas kata-kata papa ....,Papa sangat sayang sayang Erish.....

Erish sayang papa ,banget.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar