Give Freely, without expectations Give anonymously, if it all possible Give joyously, with a smile
You are making difference in the world when you give You are making difference in your own life when you give You are making difference right now when you give
Give!
The message is that as you give, you will receive ten-fold in return
You are making difference in the world when you give You are making difference in your own life when you give You are making difference right now when you give
Give!
The message is that as you give, you will receive ten-fold in return
Joe Vitale
Memberi itu memang nggak semudah diberi, siapa sih yang memolak diberi sesuatu? menolak rezeki kan nggak baik begitu ,kan? Walaupun kita tau memberi itu lebih baik daripada menerima tapi tetap saja maunya menerima,beraaat banget rasanya memberikan sesuatu apalagi yang berharga macam uang, nggak sedikit lho yg memberi sedikit senyum saja susah.Apa sih modal untuk senyum ? nggak keluar uang kan ? cuma butuh menarik bibir sedikit saja, dapat amal lagi.
Senyum itu mencerahkan dunia lho jadi jangan ragu 2 memberikan senyum(asal jangan kelewat senyum ;)
Mulailah memberi dari hal terkecil yaitu senyum!!
Kita sering beranggapan bahwa dengan memberikan kepada orang lain,milik kita akan hilang dan tidak mungkin kita miliki lagi, nggak selalu begitu kug semakin banyak kita memberi, (ikhlas lho..) maka akan semakin banyak balasan untuk kita,kita juga akan banyak menerima
Masih ingat hukum kekekalan energi? "Energi tidak akan pernah musnah ,hanya akan berubah menjadi bentuk energi yang lain," Dari anergi kalor jadi energi gerak, dari kimia jadi gerak , iya kan?
Hampir samalah dengan memberi, yg kita berikan tidak akan tidak akan pernah musnah,suatu saat pasti akan kembali kepada kita lagi walaupun dalam bentuk yang lain.
Iaa memang sih, memberi yg iklas itu tidak mrngharapkan balasan apa2,hanya mengharapkan balasan amal dari Tuhan. Dalam memberi ,percayalah pada kekuatannya yang luar biasa
Jangan sampai kita memberikan sesuatu hanya karena ingin dipuji saja ,yg seperti itu sangat bahaya lho,apalagi ingin dipandang kaya dan dihormati.
Melihat kondisi sekarang ,peluang untuk memberi sangatlah besar,Indonesia kita eh seluruh dunia ding lagi butuh bangeet yg namanya bantuan dari tangan kita, nggak miris tuh melihat bencana alam ,orang 2 kesusahan ,anak 2 yg nggak bisa sekolah? Kita beruntung nggak hidup seperti mereka tapi nggak berat kan kalau kita bebagi sedikit saja, memberikan bantuan buat mereka, kalau nggak punya banyak uang ,ya motivasi semangat lah , kalau masih susah ya berdoa saja doakan mereka biar nggak mudah putus asa.
Ada juga sih memberi yg malah bikin dosa ,tapi malah sering dilakukan tuh ,khususnya kita yg masih sekolah ,memberi contekan!!Udah dilarang masih aja dilakuin,kepepet ato nggak sama saja. Mencontek itu bikin ketergantungan lho,sampai kita tua ,kerja, kalo udah kebiasaan nggak mustahil kan kita punya karya besar tapi dari mencontek? Apalagi memberi contekan tapi nggak gratis ,dosanya setinggi himalaya tuh!!! Apalagi menjual kunci jawaban dosanya setinggi Gunung Himalaya bertingkat!
Jangan mentang 2 memberi ya ,pikir dul baik atau buruknya kalo mau memberi yg menjerumuskan seperti itu mendingan nggak usah deh!!
Memberi senyum, bantuan korban bencana alam itu bisa dilakukan, kalaupun nggak mau ,bisa dipaksakan untuk dilakukan,tapi bagaimana dengan memberi maaf ?
Memberi maaf adalah memberi hal yang paling sulit karena itu tidak membutuhkan materi seperti memberi bantuan bencana alam,tapi membutuhkan hati, seberapa lebar hati kita terbuka untuk memaafkan,seberapa lapang hati kita..
Yah mungkin tergantung seberapa besar hati kita merasa nggak dihargai , bagi yg merasa tersakiti memberi maaf itu tentu amat sangat tidak mudah, bahkan sampai ada yg berani bersumpah tidak akan memaafkan sampai akhir hayat, ada yg sampai membalas dendam
Apalagi bagi cewe yg merasa tersakiti maaf itu lebih mahal dari apapun yg termahal di muka bumi.Aku pernah baca di sebuah buku(kalau belum lupa begini) "Kebanggan bagi seorang wanita adalah saat ia bisa mencintai disaat ia disakiti dan ia bisa memaafkan disaat ia dihianati" bagaimana menurut kalian? saat disakiti bukannya mencintai malah pindah kelain hati,saat dihianati,tinggal pergi begitu ya?
Dendam tidak akan menyelesaikan apapun yang akan menyelesaikannya adalah maaf,maaf itu mulia
Tuhan saja dengan senang memaafkan manusia kenapa kita harus membalas dendam?
Memang kalau sebuah kesalahan yg terlampau besar tidak lagi bisa dimaafkan,contohnya Malin kundang yg jadi batu karena tidak dimaafkan ibunya
Ingat juga dong gimana hidup orang yg nggak kita kasih maaf , kasian kan seumur hidup dia akan merasa bersalah dan punya beban belum lagi di akhirat nanti dia masih punya hutang salah karena nggak dimaafkan ,kalau dia meninggal tanpa kita maafkan rasanya kita pasti terhimpit juga
Saat maaf masih mungkin diberi dan lembaran yg baru bisa dibuka kenapa nggak?
Memberi itu memang nggak semudah diberi, siapa sih yang memolak diberi sesuatu? menolak rezeki kan nggak baik begitu ,kan? Walaupun kita tau memberi itu lebih baik daripada menerima tapi tetap saja maunya menerima,beraaat banget rasanya memberikan sesuatu apalagi yang berharga macam uang, nggak sedikit lho yg memberi sedikit senyum saja susah.Apa sih modal untuk senyum ? nggak keluar uang kan ? cuma butuh menarik bibir sedikit saja, dapat amal lagi.
Senyum itu mencerahkan dunia lho jadi jangan ragu 2 memberikan senyum(asal jangan kelewat senyum ;)
Mulailah memberi dari hal terkecil yaitu senyum!!
Kita sering beranggapan bahwa dengan memberikan kepada orang lain,milik kita akan hilang dan tidak mungkin kita miliki lagi, nggak selalu begitu kug semakin banyak kita memberi, (ikhlas lho..) maka akan semakin banyak balasan untuk kita,kita juga akan banyak menerima
Masih ingat hukum kekekalan energi? "Energi tidak akan pernah musnah ,hanya akan berubah menjadi bentuk energi yang lain," Dari anergi kalor jadi energi gerak, dari kimia jadi gerak , iya kan?
Hampir samalah dengan memberi, yg kita berikan tidak akan tidak akan pernah musnah,suatu saat pasti akan kembali kepada kita lagi walaupun dalam bentuk yang lain.
Iaa memang sih, memberi yg iklas itu tidak mrngharapkan balasan apa2,hanya mengharapkan balasan amal dari Tuhan. Dalam memberi ,percayalah pada kekuatannya yang luar biasa
Jangan sampai kita memberikan sesuatu hanya karena ingin dipuji saja ,yg seperti itu sangat bahaya lho,apalagi ingin dipandang kaya dan dihormati.
Melihat kondisi sekarang ,peluang untuk memberi sangatlah besar,Indonesia kita eh seluruh dunia ding lagi butuh bangeet yg namanya bantuan dari tangan kita, nggak miris tuh melihat bencana alam ,orang 2 kesusahan ,anak 2 yg nggak bisa sekolah? Kita beruntung nggak hidup seperti mereka tapi nggak berat kan kalau kita bebagi sedikit saja, memberikan bantuan buat mereka, kalau nggak punya banyak uang ,ya motivasi semangat lah , kalau masih susah ya berdoa saja doakan mereka biar nggak mudah putus asa.
Ada juga sih memberi yg malah bikin dosa ,tapi malah sering dilakukan tuh ,khususnya kita yg masih sekolah ,memberi contekan!!Udah dilarang masih aja dilakuin,kepepet ato nggak sama saja. Mencontek itu bikin ketergantungan lho,sampai kita tua ,kerja, kalo udah kebiasaan nggak mustahil kan kita punya karya besar tapi dari mencontek? Apalagi memberi contekan tapi nggak gratis ,dosanya setinggi himalaya tuh!!! Apalagi menjual kunci jawaban dosanya setinggi Gunung Himalaya bertingkat!
Jangan mentang 2 memberi ya ,pikir dul baik atau buruknya kalo mau memberi yg menjerumuskan seperti itu mendingan nggak usah deh!!
Memberi senyum, bantuan korban bencana alam itu bisa dilakukan, kalaupun nggak mau ,bisa dipaksakan untuk dilakukan,tapi bagaimana dengan memberi maaf ?
Memberi maaf adalah memberi hal yang paling sulit karena itu tidak membutuhkan materi seperti memberi bantuan bencana alam,tapi membutuhkan hati, seberapa lebar hati kita terbuka untuk memaafkan,seberapa lapang hati kita..
Yah mungkin tergantung seberapa besar hati kita merasa nggak dihargai , bagi yg merasa tersakiti memberi maaf itu tentu amat sangat tidak mudah, bahkan sampai ada yg berani bersumpah tidak akan memaafkan sampai akhir hayat, ada yg sampai membalas dendam
Apalagi bagi cewe yg merasa tersakiti maaf itu lebih mahal dari apapun yg termahal di muka bumi.Aku pernah baca di sebuah buku(kalau belum lupa begini) "Kebanggan bagi seorang wanita adalah saat ia bisa mencintai disaat ia disakiti dan ia bisa memaafkan disaat ia dihianati" bagaimana menurut kalian? saat disakiti bukannya mencintai malah pindah kelain hati,saat dihianati,tinggal pergi begitu ya?
Dendam tidak akan menyelesaikan apapun yang akan menyelesaikannya adalah maaf,maaf itu mulia
Tuhan saja dengan senang memaafkan manusia kenapa kita harus membalas dendam?
Memang kalau sebuah kesalahan yg terlampau besar tidak lagi bisa dimaafkan,contohnya Malin kundang yg jadi batu karena tidak dimaafkan ibunya
Ingat juga dong gimana hidup orang yg nggak kita kasih maaf , kasian kan seumur hidup dia akan merasa bersalah dan punya beban belum lagi di akhirat nanti dia masih punya hutang salah karena nggak dimaafkan ,kalau dia meninggal tanpa kita maafkan rasanya kita pasti terhimpit juga
Saat maaf masih mungkin diberi dan lembaran yg baru bisa dibuka kenapa nggak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar